Peneliti lebah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Sih
Kahono, mengatakan keunikan madu adalah memiliki rasa, aroma, dan warna yang
berbeda. Alasannya, setiap madu yang dihasilkan lebah bergantung pada jenis
nektar bunga yang dihinggapinya. "Meski lebahnya sama, kalau nektar
bunganya berbeda, akan berbeda aroma, rasa, dan warna madunya," katanya
kepada Tempo, Selasa, 10
Maret 2015. Peneliti yang menekuni habitat lebah lebih dari 29 tahun itu
menggambarkan keunikan madu seperti kopi. "Rasa kopi tidak seragam."
Karena keberagaman ini, sulit mengidentifikasi
keaslian madu. Menurut Kahono, mitos-mitos untuk menguji keaslian madu kerap
salah kaprah. Misalnya, madu asli tidak dihinggapi semut. Menurut Kahono, mitos
ini salah karena madu ada yang disukai semut. "Tergantung kadar
gulanya," ucapnya.
Mitos lain, madu asli akan membuat bunyi letupan saat
tutup botol kemasan dibuka. Kahono menilai mitos ini juga salah. Alasannya,
letupan dihasilkan oleh udara hasil fermentasi. "Madu asli ada yang
kental, tidak akan membuat letupan," katanya.
Kahono juga
menilai mitos menguji madu asli dengan korek api sebagai mitos aneh. Mitos itu
mengajarkan, untuk menguji kemurnian madu, korek api dicelupkan ke madu lalu
digesekkan. Jika tetap menyala, berarti madu itu asli. Menurut Kahono,
pengujian korek api menggambarkan kandungan air. Madu yang tidak membuat korek
api terbakar menggambarkan kadar air rendah. Sedangkan madu yang membuat korek
api padam berarti kadar airnya tinggi. "Bukan menguji asli atau
tidaknya."
Kuntadi, peneliti lebah dari Pusat Penelitian dan
Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Kementerian Kehutanan, mengatakan
sulit menguji dengan cepat kemurnian madu. Dalam Standar Nasional Indonesia
(SNI), parameter yang mudah diuji adalah kadar air. Kadar air madu asli
dibatasi maksimal 22 persen. Cara lain untuk menguji kemurnian madu adalah
mengecek di bawah mikroskop apakah dalam cairan madu itu ada benang sari atau
tidak. "Madu asli harus ada benang sarinya," katanya.
Kahono mengatakan karakter madu asli yang berbeda
aroma, rasa, dan warnanya ini belum banyak diketahui konsumen. Akibatnya,
banyak beredar madu yang diduga tidak murni. Mudah ditemukan produk madu yang
diklaim sebagai madu murni tapi memiliki rasa, warna, dan aroma seragam. Hal
yang hampir mustahil karena tak ada jaminan koloni lebah hanya hinggap di bunga
yang homogen. "Ini harus diwaspadai."
Untuk
menguji madu anda mengambil referensi dari video berikut:




