Sabtu, 12 Maret 2016

Khasiat Madu (Jr.Madu Info)

Dari penjelasan para ahli, jumlah optimal konsumsi madu untuk orang dewasa adalah 100-200 g/hari, yang dikonsumsi 3 kali yaitu 30-60 g pada pagi hari, 40-80 g pada siang hari dan 30-60 g pada sore hari. Sebaiknya dikonsumsi 2 jam sebelum makan atau 3 jam sesudah makan. Madu memiliki banyak khasiat. Saking banyaknya maka banyak orang yang mengatakan madu adalah obat dari segala penyakit. Berikut adalah berbagai penyakit yang dapat diantisipasi oleh madu.
Penyakit Paru-paru
Sejak berabad-abad yang lalu madu telah terbukti untuk menyembuhkan penyakit paru-paru dan telah terbukti manjur bagi tingkat awal penyakit Tuberkulosis. Pasien penyakit tersebut yang diberi madu 100-150 gram setiap hari, keadaannya menjadi baik, berat badannya bertambah, batuk menjadi reda, hemoglobin meningkat serta laju sedimentasi darahnya menjadi lebih lambat. 
Menyembuhkan Lukan
Kurang lebih 2500 tahun yang lalu Hypocrates berhasil menggunakan madu untuk menyembuhkan berbagai penyakit termasuk luka. Ibnu Sina menganjurkan salep madu dicampur dengan terigu sebagai obat luka luar. Luka berat sering diobati dengan campuaran madu dan minyak ikan yang menurut pengalaman luka tersebut dapat sembuh dalam waktu 10-11 hari. Campuran tersebut juga baik untuk luka infeksi. 
Penyakit Jantung
Manfaat madu untuk penyakit jantung telah dibuktikan dalam “International Conggress of Physiologis pada tahun 1901. dalam konggres tersebut diperlihatkan sebuah jantung yang diambil dari seekor binatang berdarah panas. Sedikit glukosa (0,1 %) ditambahkan ke dalam cairan garam, tempat menyimpan jantung tersebut. Sebagai hasilnya jantung tersebut berdenyaut terus selama 4 hari. Padahal, madu juga mengandung glukosa sehingga madu sangat baik untuk otot-otot jantung. Menurut Prof. M.B. Colomb, A. madu sebanyak 50-140 g (rata-rata 70 g) yang diberikan tiap hari kepada penderita jantung memperlihatkan perbaikan kondisi mereka dalam jangka waktu yang cepat.
Penyakit Liver
Kegunaan madu untuk penyakit hati adalah berkat komposisi kimia dan biologisnya. Glukosa dalam madu dapat menambah glikogen dan memperlancar metabolisme dalam jaringan.Hati bekerja seperti filter (saringan) yang memusnahkan racun-racun bakteri dimana glikogen sangat berperan sebagai suplai glikogen dan memperbesar kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Untuk maksud ini, madu biasanya ditambahkan pada saat memasak sayur bayam. 

sumber: http://tekpan.unimus.ac.id/

Komposisi Madu (Jr.Madu Info)

Secara umum madu memiliki pH 3.9 dengan rentang antara 3.4-6.1 dan kandungan asam 0.57% dengan rentang 0.17-11.7% terutama asam glukonat. Madu juga mengandung protein (0.26%), nitrogen (0.04%), asam-asam amino (0.05- 0.10%)  dan titik isoelektriknya pada 4.3. Adapun beberapa keterangan kandungan madu adalah sebagai berikut.

Karbohidrat
Karbohidrat dalam bentuk gula merupakan komponen utama madu dan jumlahnya sekitar 80%. Levulosa (Fruktosa) dan desktrosa (glukosa) mencakup 85- 90% dari gula yang terdapat dalam madu, selebihnya adalah disakarida, polisakarida dan oligasakarida. Kandugan levulosa dan dekstrosa inilah yang membedakan antara madu dan gula pasir yang kandungan gula adalah sukrosa. Levulosa mempunyai ras manis yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dekstrosa. Campuran dekstrosa dan levulosa dengan kadar yang sebanding disebut dengan gula invert. Gula invert didefinisikan juga sebagai campuran D-dektrosa dan Dlevulosa yang diperoleh dengan hidrolisis asam atau enzimatik dari sukrosa.
Enzin dalam Madu
Secara umum madu mengandung enzim-enzim amilase, glikosa oksidase, katalase, invertase, diastase, perioksidase, fosfatase, dan enzim-enzim proteolitik. Semua enzim-enzim ini berasal dari nektar, serbuk sari dan sekresi kelenjar saliva pada lebah.
Keasaman
Madu dapat digolongkan kedalam kelompok makanan asam, karena pH nya yang cukup rendah, yakni 3.4-6.1. Madu yang kaya mineral akan memiliki nilai pH yang tinggi. Nilai pH yang cukup rendah dari madu ini sebabkan oleh beberapa kandungan asam organik yang terdapat dalam madu. Asam-asam utama yang berhasil didefinisikan dalam madu antara lain asetat, butirat, format, glukonat, laktat, maleat, oksalat, pyroglutamat, sitrat, suksinat, glikolat, α-ketoglutarat, piruvat, 2/3- fofogliserat, α/β-gliserofosfat dan glukosa-6-fosfat. Asam glukonat adalah asam yang utama dalam madu, dihasilkan oleh dektrosa melalui enzim yang ditemukan dalam madu (glukosa oksidase) 
Kadar Air
Departemen Kesehatan RI (1980) 20% (kemungkinan madu berasal dari Indonesia dengan Iklim tropis arau RH tinggi), sementara itu menurut White et al., (1975) 17.20%, Bernice dan Annabel (1975) 17.20% dan NHB (2001) 17.10%. Walaupun demikian ada beberapa komponen dengan jumlah yang sama, seperti vitamin A (0.0 atau trace), kalsium (5.00 mg), pH (3.90), dan total asam (0.57). Kemudian, bila kadar air semakin tinggi maka terdapaty kecenderungan kadar karbohidrat semakin menurun. Pada kadar air 23%, kadar kencederungan kadar karbohidrat semakin menurun. Pada kadar air 23%, kadar karbohidrat 76% sedangkan pada kadar air 17.10% kadar karbohidrat 82.40% 

sumber: http://tekpan.unimus.ac.id/

Karakter Madu (Jr.Madu Info)



Bersifat Higroskopis
Madu bersifat higroskopis, yakni kemampuan suatu bahan untuk menarik air dari udara sekitarnya hingga mencapai kesetimbangan. Sifat higroskopis ini dikarenakan madu merupakan larutan gula yang lewat jenuh (supersaturated solution) dan tidak stabil. Salah satu kendala yang dihadapi oleh negara seperti Indonesia adalah kelembaban relative udara (RH) yang cukup tinggi (sekitar 60-90%), sehingga pada umumnya madu di Indonesia berkadar air tinggi dan pada temperature yang relative tinggi, madu akan menyerap air sehingga makin encer dan mudah terfermentasi. Madu yang berada dalam keadaan seperti ini kualitasnya rendah.  
Berifat Osmosis
Madu merupakan larutan lewat jenuh (supersaturated solutions) dari karbohidrat, sehingga dikatakan medium hiperormotik. Sekitar 84% padatan pada madu adalah campuran dari monosakarida, yakni fruktosa dan glukosa. Jika organisme bersel satu masuk ke dalam medium hiperosmotik ini, maka organisme tersebut dapat terbunuh karena kehilangan cairan tubuh akibat perbedaan tekanan osmosis yang besar. Tambahan pula interaksi yang kuat antara molekul-molekul gula da molekul air menyebabkan sangat terbatasnya ketersediaan air untuk mikroba. Tekanan osmosis pada madu lebih besar dari 2.000 miliosmols.
Kadar Air
Kadar air madu secara langsung menentukan kualitas madu, jika kadar air tinggi kualitas madu rendah. Kadar air dalam madu dipengaruhi oleh iklim, pengelolaan saat panen, dan jenis nectar atau cairan manis yang dikumpulkan oleh lebah. Air yang terkandung pada sisiran madu berasal dari nectar yang dimatangkan lebah. Konsentrasinya tergantung dari pelbagai factor yang mempengaruhi proses pematangan madu, termasuk kondisi cuaca, kadar air awal nectar, laju sekresi dan kekuatan koloni lebah. 

sumber: http://tekpan.unimus.ac.id/

Jenis Lebah Madu (Jr.Madu Info)

Meskipun banyak jenis madu dari berbagai lebah, misalnya Apis indica (lebah lokal, nyiruan, atau tawon madu), Apis dorsata (lebah hutan, odeng atau tawon gung) serta Trigona sp, (gala-gala, teuwel atau klenceng). Lebah-lebah tersebut tergolong rendah produksinya serta sulit menanganinya. Lebah unggul jenis Apis mellifera banyak diternakan di luar negeri dan telah dikembangkan pula di Indonesia yang dikenal sebagai lebah Italia.

Jenis Lebah Madu (Jr.Madu Info)

Jenis Lebah Madu (Jr.Madu Info)


Trigona sp, (gala-gala, teuwel atau klenceng) adalah jenis serangga penghasi madu yang relatif kecil dibanding yang lain. Gambar dibawah akan menunjukan ukuran trigona sp. dibandingkan dengan apis. 



Madu Budidaya Murni 650 ml

Jr. Madu Gunung Muria Kudus

Varian ketiga adalah kemasan madu budidaya murni 650 ml. Kemasan besar ini diproduksi untuk kalangan yang sudah terbiasa atau bisa dikatakan maniak madu. Biasanya kalangan tersebut lebih memilih kemasan besar. Selain itu kemasan ini juga sering dijadikan parsel hadiah untuk kolega. Harga ecer madu dengan kemasan besar adalah Rp 79.500,00

Madu Budidaya Murni 650 ml


Menurut pengalaman total pengiriman 2 botol madu dengan volume 650 ml beserta packing kardus dengan foam di dalamnya adalah 1,6 kg atau kalau melalui cargo biasanya dibulatkan menjadi 2 kg.
Biaya pengemasan 1 botol 650 ml sekitar Rp 5000,00

Untuk pemesanan anda dapat langsung menhubungi:
WA/SMS/Telp: 085643355224
BBM: 5D80A863
Instagram: jrunionproduct
Alamat: Gondosari RT09/RW07, Gebog, Kudus, Jawa Tengah

Untuk pengiriman kami biasa menggunakan:
Pahala, ESL, atau Kobra Sakti
Karena mempertimbangkan keterjangkauan biaya.

Jumat, 11 Maret 2016

Madu Budidaya Murni 280 ml

Jr. Madu Gunung Muria Kudus

Varian volume kedua yang kami sediakan adalah kemasan 280 ml. Produk berukuran sedang ini kami munculkan atas dasar pertimbangan konsumen yang menginginkan kemasan sedang. Harga ecer madu kemasan sedang adalah Rp 40.500,00

Madu Budidaya Murni 280 ml

Menurut pengalaman total pengiriman 1 botol madu dengan volume 280 ml beserta packing kardus dengan foam di dalamnya adalah 1 kg.
Biaya pengemasan 1 botol 650 ml sekitar Rp 4000,00

Untuk pemesanan anda dapat langsung menhubungi:
WA/SMS/Telp: 085643355224
BBM: 5D80A863
Instagram: jrunionproduct
Alamat: Gondosari RT09/RW07, Gebog, Kudus, Jawa Tengah

Untuk pengiriman kami biasa menggunakan:
Pahala, ESL, atau Kobra Sakti
Karena mempertimbangkan keterjangkauan biaya.

Madu Budidaya Murni 145 ml

Jr. Madu Gunung Muria Kudus

Varian pertama kami adalah varian paling kecil yaitu volume 145 ml. Varian tersebut kami munculkan untuk memfasilitasi konsumen yang ingin mencoba-coba dan sering bepergian. Salah satu konsumen kami yang sering melakukan traveling memilih varian tersebut agar ringan untuk dibawa. Harga dari varian madu budidaya kemasan 145 ml juga sangat terjangkau yaitu Rp 23.500,00. Selain itu varian ini juga sangat cocok untuk anda yang ingin mencoba, dan kami jamin kualitas beserta keasliannya.

Madu Budidaya Murni 145 ml

Untuk pemesanan anda dapat langsung menhubungi:
WA/SMS/Telp: 085643355224
BBM: 5D80A863
Instagram: jrunionproduct
Alamat: Gondosari RT09/RW07, Gebog, Kudus, Jawa Tengah

Untuk pengiriman kami biasa menggunakan:
Pahala, ESL, atau Kobra Sakti
Karena mempertimbangkan keterjangkauan biaya.